HOME > Warga NTT Resahkan Pembukaan Tempat Wisata

Warga NTT Resahkan Pembukaan Tempat Wisata

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Sejumlah tempat wisata di wilayah perbatasan Atambua, tepatnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur telah ditutup berbulan bulan untuk umum dalam menghadapi Darurat Covid-19. Kini dapat dikatakan, mulai berangsur kembali dibuka. Walaupun, belum semua tempat wisata, dan itu tetap membuat cemas masyarakat sekitar daerah wisata.

Elias, seroang warga Desa Maudemu Kecamatan Lamaknen meminta Pemerintah Daerah Belu melalui Dinas Pariwisata Beluuntuk supaya sementara waktu tempat wisata ditutup.

“Dinas Pariwisata sebenarnya tutup dulu kunjungan wisata Padang Fulan Fehan. Karena ini sangat meresahkan masyarakat desa Maudemu, karena virus ini masyarakat tidak tahu yang datang to,” kata Elias kepada RRI di Belu, NTT, Kamis (4/6/2020).

Menurut dia, itu lantaran penerapan “Tatanan Kehidupan Baru” atau new normal belum diberlakukan. Apalagi, bila merujuk pada surat edaran Pemerintah Propvnsi Nusa Tenggara Timur, new normal akan berlaku per Senin, 15 Juni 2020.

“Masyarakat yang datang berkunjung dari berbagai daerah di NTT. Dan, bisa juga dari luar daerah, hendak ke sejumlah lokasi wisata alam pengunungan di wilayah Lamaknen melalui sejumlah pintu masuk desa,” tegas dia.

Elias mengaku sangat mengkhwatirkan Darurat Covid-19 tidak dapat berakhir cepat dari NTT.

“Warga di sini kan waspada sekali. Apalagi, kemarin-kemarin pas di Kupang sudah ada yang positif corona, tambah waspada. Apalagi nanti banyak datang dari luar NTT, coba pikir, masyarakat khawatir,” kecam Elias.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram