HOME > Kemenpar Gelar Bimtek Pengelolaan Wisata Sejarah dan Warisan Budaya

Kemenpar Gelar Bimtek Pengelolaan Wisata Sejarah dan Warisan Budaya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, merupakan salah satu pintu keluar masuknya wisatawan ke Indonesia. Melihat potensi tersebut maka perlu adanya peningkatan potensi wisata yang akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

Untuk memberikan pemahaman terkait dengan pengembangan wisata budaya dan sejarah, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, melalui Badan Pengembangan Wisata Sejarah dan Warisan Budaya Republik Indonesia mengadakan bimbingan teknis (bimtek) tentang peningkatan kapasitas pengelolaan wisata sejarah dan warisan budaya bagi masyarakat Kabupaten Belu, Kabupaten TT dan Kabupaten Malaka.

Kepala Dinas pariwisata Kabupaten Belu, Remigius Asa mengatakan, pelaku wisata sejarah budaya dan religi perlu diberikan bekal untuk pengembangan potensi wisata yang ada sehingga mampu dikemas dengan baik. Dikatakan lewat bimbingan teknis para peserta di berikan bekal bagaimana merancang paket potensi wisata yang ada ditiap daerah untuk nantinya dikemas dalam paket wisata yang menarik.

“Kegiatan ini bertahap nantinya pada bulan maret juga akan dilakukan dengan fokus pengembangan wisata budaya warisan yang terbagi dalam tiga kategori yakni, wisata alam, wisata buatan dan wisata bahari diharapkan seluruh peserta mampu mengaplikasikan di setiap daerah untuk meningkatkan kunjugan wisatawan,” ungkapnya Rabu (30/1/2019).

Sementara mewakili peserta asal Belu, Romo sixtus Bere memberikan apresiasi kepada kementrian pariwisata yang telah menyelenggarakan kegiatan bimtek sangat bermanfaat untuk pelaku wisata bagaimana melakukan pementaan potensi wisata secara terintegrasi, agar dapat diakses dengan mudah oleh para wisatawan yang datang ke wilayah NTT khususnya daratan Timor.

“Banyak situs budaya dan sejarah yang belum digali secara optimal sehingga melalui bimtek menajdi modal untuk pelaku wisata mengembangkan potesni yang ada,” ujarnya.

Hal senada disampaikan komunitas Lopo binmafo Kabupaten Timor Tengah Utara, Robi Suanoh. Ia mengakui, Bimtek tersebut sangat membantu mengembangkan pariwisata di TT.

“Daerah kami terdapat potensi wisata seperti wisata religi,perayaan kure dan gua bitauini,serta kota Kefamenanu, perlu dikemas secara menarik, makanya lewat kegiatan ini sangat membantu kami,” katanya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram